Selasa, 03 Mei 2011

Macam-macam Drama

Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan
dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.
ü      1. Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
ü      2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :
1. Drama Komedi
Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.

2. Drama Tragedi
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.

3. Drama Tragedi Komedi
Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.

4. Opera
Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.

5. Lelucon / Dagelan
Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.

6. Operet / Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.

7. Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.

8. Tablau
Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.

9. Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.

10. Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang. Dan lain sebagainya.

11. Parodi
Parodi adalah karya sastra atau seni yg dng sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dng maksud mencari efek kejenakaan; 
12. Teater
Drama Teater, berasal dari bahasa Yunani “theatron” yang berarti takjub memandang. Pada perkembangan berikutnya, teater mewakili tiga pengertian yaitu: (1) sebagai gedung tempat pertunjukan atau panggung, yakni sejak jaman Thucydides <471-295 SM> dan Plato <428-348 SM>, (2) sebagai publik/auditorium, yakni sejak jaman Herodotus <490-424 SM>, (3) sebagai suatu bentuk karangan pertunjukan. Secara etimologis : Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium. Dalam arti luas, teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Teater bisa juga diartikan sebagai drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.

Teater (Bahasa Inggris “theater” atau “theatre”, Bahasa Perancis “théâtre” berasal dari Bahasa Yunani “theatron”, θέατρον, yang berarti “tempat untuk menonton”) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai ” yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.” Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim

Teater, dengan demikian, dapat kita artikan dalam dua format: luas (general) dan sempit (spesifik).

Dalam arti kata luas, teater adalah segala macam jenis tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Misalnya wayang, ludruk, ubrug, reog, topeng, longser

13. Sandiwara
Sandiwara adalah pertunjukan lakon atau cerita (yg dimainkan oleh orang); drama; teater; tonil: umumnya -- modern tidak memakai layar sbg dekorasi; 2 perkumpulan drama (teater, tonil): banyak remaja yg menjadi anggota --; 3 ki kejadian (politik dsb) yg hanya dipertunjukkan untuk mengelabui mata, tidak sungguh-sungguh: penahanan thd orang itu hanya -- belaka; -- bangsawan sandiwara tradisional di Sumatra Utara yg memainkan cerita raja-raja menurut improvisasi dan tanpa naskah; -- boneka pertunjukan sandiwara yg para pelakunya berupa boneka; -- radio sandiwara yg disiarkan melalui radio; ber·san·di·wa·ra v 1 bermain sandiwara: banyak remaja yg pandai -; 2 ki berpura-pura: di depan ibunya ia - seakan-akan pergi belajar, padahal sebenarnya ia pergi menonton film; me·nyan·di·wa·ra·kan v 1 memainkan lakon: mereka sedang berlatih - cerita Lutung Kasarung; 2pengarang itu sedang - cerita rakyat; 3 mempermainkan; memperolokkan: mereka hanya - keadaan yg dirasakannya kurang adil; pe·nyan·di·wa·ra·an n proses, cara, perbuatan menyandiwarakan mengarang lakon dr suatu cerita:
14. Drama musikal
Drama musikal adalah satu bentuk ekspresi kesenian yang dikolaborasikan antara musik, laku, gerak dan tari, yang menggambarkan suatu cerita yang dikemas dengan tata koreografi dan musik yang menarik sehingga terbentuklah sebuah drama musik atau kadang di kenal dengan “musical play”
Faktor emosional dari drama – humor, cinta, amarah – dikomunikasikan lewat kata – kata, musik, gerakan, dan aspek teknis dari hiburan yang digabungkan secara keseluruhan.

Drama musikal sudah ditampilkan di seluruh dunia. Mereka bisa ditampilkan di teater yang seperti West End dan Broadway theatre di London dan New York, atau di teater yang lebih kecil seperti Fringe Theatre, Off-Broadway, produksi lokal, atau grup – grup amatir di sekolah, teater di seluruh penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia, terutama di Jakarta, drama musikal biasanya ditampilkan salah satunya adalah di Graha Bakti Budaya – Taman Ismail Marzuki.
15. Monolog
Monolog adalah
1. 1 pembicaraan yg dilakukan dng diri sendiri; 2 Sen adegan sandiwara dng pelaku tunggal yg membawakan percakapan seorang diri;
-- dramatik Sas sajak yg terdiri atas kata-kata yg diucapkan seorang tokoh tunggal pd saat kritis yg mengungkapkan keadaan dirinya dr situasi yg dihadapinya;
ber·mo·no·log v melakukan monolog
16. Opera sabun
Di dalam film-film barat dan Kartun barat, sering sekali kita mendengarkan kata "opera sabun" atau dalam bahasa inggrisnya Soap opera, tapi ternyata banyak dari kita yang tahu apa arti sebenarnya opera sabun tersebut. Lalu apa sih sebenarnya pengertian opera Sabun itu ?

Opera Sabun (Soap Opera) adalah sebuah episode fiksi yang sering ditayangkan sebagai sandiwara radio, poster, atau siaran televisi yang selalu ada lanjutanya (to be continued). Dalam pengertian Indonesia, Opera sabun sering diartikan sebagai sinetron atau telenovela, yaitu tayangan televisi bersambung yang episode berikutnya akan ditayangkan pada waktu tertentu.
17. Sinetron (sinema elektronik)
film yg dibuat khusus untuk penayangan di media elektronik, spt televisi; ber·si·net·ron v bermain dl sinetron: pengalamannya - ternyata membekaskan trauma; me·nyi·net·ron·kan v memfilmkan sandiwara atau drama yg dibuat khusus untuk ditayangkan di media elektronik spt televisi: dia telah – “Aladin” dl lima seri; pe·nyi·net·ron·an n proses, cara, perbuatan menyinetronkan: - karya sastra yg tidak sesuai dng alur ceritanya sangat mengecewakan pengarangnya





 
 














































































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar