Rabu, 27 April 2011

Merespon Panggilan Tuhan 1 (Antara Pilihan dan Panggilan)

Merespon Panggilan Tuhan 1
(Antara Pilihan dan Panggilan)

Mikha 2: 13”Penerobos akan maju di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus depan mereka, Tuhan sendiri di kepala barisan mereka!”

Di dalam menjalani kehidupan seseorang sering diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Ada kalanya seseorang terhenti berpikir dan mencari sebuah jawaban hanya untuk menentukan pilihan mana yang akan diambil. Apakah melangkah ke kiri? Atau mungkin melangkah ke kanan?Apakah ia akan memakai baju merah? Atau baju biru? Setiap waktu manusia selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Pilihan tersebut bisa lebih dari dua atau bahkan berjumlah ratusan.. Bayangkan saja jika kita pergi ke suatu pasar atau mall kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan yang kadang membuat kita bertanya-tanya. Terhenti dan bertanya, karena kita bingung akan memilih barang dengan merk tertentu. Hal itu membuktikan bahwa manusia harus peka atau bisa meresponi pilihan yang ada dengan bijak.
Pilihan dan panggilan. Kedua hal yang menurut saya sangat berbeda. Pilihan merupakan salah satu 'produk' atau 'hasil' dari penetapan hati kita, sedang panggilan adalah sesuatu yang memang sudah ditetapkan oleh Tuhan dan dilengkapi dengan bakat, kemampuan dan segala yang mendukung panggilan itu.Pilihan itu berasal dari kehendak bebas kita sebagai manusia. Konsekuensi dari sebuah pilihan akan kita tanggung, sesuai dengan pilihan yang telah kita ambil. Memang benar, Tuhan itu Allah yang selalu siap menolong dan menjagai. Namun, Tuhan juga Allah yang maha adil. Ia tidak pernah memaksa anak-anakNya untuk masuk dalam keinginanNya, karena manusia diberikan satu kebebasan untuk memilih.
Menjadi seorang penerobos itu pilihan ataukah panggilan? Dua tahun yang lalu ada tiga murid saya yang datang untuk mengungkapkan isi hati mereka. Saat itu saya tidak berpikir apapun, saya menanggapi curahan hati mereka dengan hati yang biasa-biasa saya, sama seperti murid-murid lain yang hendak mengadu masalah pelajaran. Saya tidak pernah berpikir apa yang akan saya dengarkan adalah sebuah panggilan hati mereka. Mereka mengungkapkan suatu cerita tentang teman mereka yang pernah tidak naik kelas karena alasan akademik. Mereka bertiga nampak serius dan antusias dalam menceritakan kisah anak yang memang kurang dalam memahami pelajaran.
Satu kata yang langsung menusuk hati saya saat itu, yaitu kata doa. Mereka mengajak saya untuk berdoa secara pribadi. Hanya berempat di suatu ruang yang sudah kosong saat pulang sekolah. Getaran yang sungguh membuat saya terhenti untuk memilih. Saya hanya mengangguk dan berkata ya. Tanpa pernah saya berpikir mengenai hal lain. Saat itu yang ada dalam otak dan hati saya hanya satu kata itu yaitu doa. Memang murid yang diceritakan oleh ketiga murid saya itu, bukanlah murid yang sulit untuk diajar. Anak itu sebenarnya bisa mengejar ketinggalan mereka, dengan dua hal yaitu usaha dan doa. Hari itu saya tetapkan hati saya untuk berdoa khusus bagi anak itu. Seminggu sekali kami berempat berkumpul dan mendiskusikan perkembangan anak itu. Puji Tuhan, anak itu mau berubah. Berubah menjadi rajin dan meningkatkan nilai-nilai di setiap pelajaran yang ada. Kami berempat ternyata menikmati buah manis dari hasil doa kami. Sekalipun tidak ada yang mengetahui apa yang kami lakukan itu. Anak itu bisa naik kelas dan bahkan ia sekarang bisa lulus dari bangku SMP.
Seandainya kami tidak merespon panggilan untuk berdoa khusus, mungkin sekarang segala sesuatunya berbeda. Ketiga anak yang berdoa itu di hadiahi kepekaan dan karunia-karunia yang luar biasa. Mereka memang masih muda, namun mereka tahu arti panggilan sebagai seorang penerobos. Sekalipun apa yang mereka lakukan itu adalah hal sepele dan tidak masuk hitungan logika. Tapi mereka telah membuahkan sebuah gerakan doa yang tidak akan pernah terhenti. Front line generation suatu gerakan yang lahir dari sebuah visi, yaitu menghadirkan Yesus dalam segala aspek termasuk pendidikan.
Ketaatan ketiga murid saya, telah membuat hati saya semakin mantap untuk menjawab panggilan Tuhan. Awalnya saat saya menjadi guru saya kurang yakin dan tidak percaya diri. Saya sempat berpikir, bagaimana cara saya menghadapi guru-guru yang lain, bagaimana cara saya menghadapi murid-murid yang kadang di luar perkiraan saya, bagaimana saya menghadapi orang tua murid jika anak mereka bermasalah dengan saya. Saat tahun pertama adalah tahun terberat dalam hidup saya menjadi guru. Saya sempat ragu dan hendak pergi meninggalkan tugas itu. Tetesan air mata yang tak tertahankan sering menghujani wajah saya dan kadang sempat menyerah dengan kondisi yang ada. Penyesuaian diri yang cukup menguras perasaan dan terkadang harus memilih sesuatu yang bertentangan dengan hati.
Menjadi seorang penerobos menurut saya adalah panggilan dari Tuhan. Terobosan yang saya maksudkan adalah terobosan dari dalam diri dan terobosan yang terjadi diluar. Terobosan yang paling sederhana adalah terobosan dalam diri sendiri. Menaklukan keinginan daging dan menggantinya dengan kehendak Tuhan. Melakukan terobosan itu butuh bayar harga dan kadang membuat luka di hati. Salah satu contohnya adalah saat saya diajar Tuhan untuk memberikan sesuatu yang berharga dan saya jaga. Saya menabung untuk rencana makan malam saya dengan seseorang yang saya sayangi. Saya datang di sebuah retret youth. Saat Retret itu hati saya bergetar ketika ada firman Tuhan tentang memberi. Muncul suara dari dalam hati saya untuk memberikan semua tabungan saya itu. Saya memberikan uang saya dengan rasa sakit. Saya maju memberikan uang itu dengan menangis dan menatap langit. “Tuhan aku mau belajar mengasihi kehendakMu dibanding cintaku pada uang ini.” Pada saat itu muncul luka di hati saya, karena saya gagal makan malam dengan seseorang yang saya kasihi. Sejak hari itu, muncul terobosan dari dalam diri saya, yaitu saya belajar rela melepas.Saya merasa apa yang Tuhan berikan dalam hidup ini adalah anugrah. Jadi, jika suatu saat Tuhan memintanya, dengan sukacita saya memberikan. Menyerahkan kehendak bebas dan mengantikannya dengan kehendak Tuhan adalah salah satu terobosan dalam diri yang sedang saya kerjakan.

Pemimpin dan Hamba Yang Berkenan

Setiap orang mendabakan tempat atau posisi yang memberikan mereka kepuasan dan otoritas.banyak orang merindukan posisi sebagai atasan atau pemimpin. Banyak orang tertarik dengan posisi-posisi tersebut karena hidup mereka akan nyaman dan mereka bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Hal tersebut bertentangan dengan firman Tuhan yang menyatakan yang terbesar di sorga adalah mereka yang mau bertobat dan hidup seperti anak kecil (Matius 18: 1-6). lalu apakah menjadi pemimpin itu salah?tentu tidak. Dalam firmanNya Tuhan menyatakan jadilah kepala bukan ekor (Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia)
Tuhan saat-saat ini mencari hamba-hambaNya yang mau menjadi pemimpin namun, tetap memiliki ketulusan dan kemurnian seperti anak-anak kecil. Pemimpin yang berjalan dalam firmanNya dan melakukan firmanNya tanpa kompromi dengan dunia. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita menyebut diri kita hamba atau para pemimpinnya Tuhan.
Hal pertama adalah perkenanan Allah yang dimulai dengan duduk diam mendengar suaranya dan melakukan firmanNya. Saya belajar mengenai perkenan Allah melalui hidup seorang perempuan yang luar biasa yang bernama Maria. Maria yang saya maksud adalah Maria dari Betania. Seorang perempuan yang mengerti kehendak dan kesukaan Tuhan. Maria tahu bagaimana menyenangkan hati Guru dan Tuhannya. Yesus adalah prioritas utama dalam hidupnya bukan pelayanan. Ia lebih memilih duduk diam di bawah kaki Yesus dan mendengarkan setiap firman Tuhan. Hal inilah yang terkadang dilupakan oleh orang-orang yang sibuk dengan berbagai hal. Banyak orang bahkan saya sendiri kadang mendukakan hati Tuhan. Terlalu bahagia dengan pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan percayakan, sampai lupa pada Sang pemberi hidup.
Maria mendapatkan perkenanan Allah karena ia tahu bagaimana menempatkan diri dan fokusnya benar. Saya merasa tertemplak ketika saya membaca Lukas 10:38-42. Awalnya saya heran, mengapa Tuhan lebih memuji perbuatan Maria daripada Marta. Dulu saya pikir menjadi hamba Tuhan adalah melakukan semua pekerjaan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Dan menurut kacamata dunia, bekerja keras adalah hal yang wajib dimiliki seseorang jika ia ingin kelimpahan. Menurut saya ada pertentangan yang sangat jelas dalam perikop itu. Mengapa orang yang nampaknya malas malah mendapat pujian dari Allah? Ternyata jawabannya sangat simpel. Tuhan menghendaki fokus kita hanya pada Dia dan firmanNya.
Kemarin tanggal 4 September 2010 pagi, saya mendapat pemahaman baru mengenai duduk diam di kaki Tuhan sebelum atau sesudah pelayanan. Dalam Lukas 10:25-37 dipaparkan tentang orang Samaria yang murah hati. Perikop ini secara tesirat memberi pesan bahwa, ketika kita membantu seseorang atau melayani seseorang haruslah total dan maksimal. Tidak memandang latar belakang atau kondisi orang yang kita tolong. Perikop ini berbicara mengenai pelayanan. Sedangkan perikop berikutnya yaitu Maria dan Marta berbicara mengenai fokus atau pusat perhatian. Saya mendapatkan sebuah simpulan. Bahwa hamba yang berkenan adalah hamba yang mampu memberi yang terbaik bagi Tuhan dan memilih tempat terbaik yaitu duduk diam di bawah kaki Tuhan.
Hal berikutnya yang saya dapatkan mengenai pemimpin dan hamba yang berkenan adalah dia harus memiliki jiwa penginjilan yang besar. Maksudnya adalah pemimpin dan hamba Tuhan itu mengerti detak jantung Tuhan yaitu jiwa-jiwa. Tanggal 4 September 2010 sore, saya mendapatkan satu rahasia lagi mengenai hamba Tuhan yang berkenan. Detak jantung Tuhan adalah keselamatan atas jiwa-jiwa. Itulah yang melatarbelakangi Tuhan untuk turun ke dunia dan menanggung dosa manusia melalui penyaliban. Saya baru menyadari, ternyata penginjilan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh setiap pemimpin dan hambaNya. Melalui penginjilan kita bisa mempermulyakan nama Tuhan dan memeriahkan surga.
Kejatuhan dosa manusia pertama membuat hubungan manusia denga Tuhan hancur. Namun, ketika Yesus hadir, mati dan bangkit maka hubungan manusia dengan Allah menjadi lebih mudah. Allah memang pribadi yang Maha Kudus dan dahsyat. Tidak ada satu manusia pun yang tahan dengan hadiratNya. Tapi karena kasihNya pada kita, Ia mengaruniakan Yesus. Yesuslah pendamai manusia dan Tuhan. Karena itu sudah sewajarnya sebagai duta-duta kerajaan Allah kita harus menyebarkan Injil kebenaran yang menyatakan kelahiran Yesus yang menyelamatkan.
Sebagai seorang pemimpin dan hambaNya kita harus tahu visi dan misi Tuhan ini. Saya percaya ketika kita memiliki hati untuk jiwa-jiwa itu, kita juga memiliki hati Tuhan dan mengerti kerinduan Tuhan. Ketika kita berani memberitakan Injil tersebut, sesungguhnya Tuhan telah mengalirkan kuasaNya atas kita. Karena itu dimanapun dan kapanpun milikilah kerinduan untuk mengkabarkan Injil. Ada pertanyaan yang mungkin muncul dalam hati kita. Saya bukanlah pendeta dan saya tidak tahu bagaimana harus mengkabarkan Injil? Pertanyaan itu juga pernah terbersit dalam diri saya. Lalu apa yang saya lakukan? Yang pertama yang saya lakukan adalah melakukan tindakan profetik yaitu mengenakan selengkap senjata Allah Efesus 6:10-24. Saya memperkatakan dan melakukan perikop itu, dan saya merasa bahwa Allah beserta saya. Langkah berikutnya adalah saya membuka diri untuk menjadi "tong sampah" atau "pemulung" yang mau menampung keluh kesah orang. Kemudian secara perlahan saya selipkan kesaksian-kesaksian mengenai kebaikan Yesus. Dari situlah injil kebenaran saya sampaikan.
Hal terakhir yang ingin saya bagikan sebagai pemimpin dan hamba yang berkenan, kita harus takut akan Tuhan. Minggu siang tanggal 5 September 2010 di ibadah Youth saya belajar mengenai takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan di sini berbicara mengenai sikap hormat pada Allah dan melakukan setiap perkataanNya dengan sikap yang total. Dalam kitab Amsal banyak dijelaskan tentang hal ini. Takut akan Tuhan adalah permulaan dari pengetahuan (Amsal 1:7), Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian (Amsal 9:10) dan masih banyak lagi di kitab Amsal maupun kitab lain yang menuliskan dengan tegas tiga kata ini.
Duduk diam di kaki Tuhan, memberitakan Injil dan takut akan Tuhan adalah tiga hal yang saya dapatkan ketika kita mau menjadi pemimpin dan hambaNya yang berkenan. Sebelum melangkah duduklah di bawah kaki Tuhan dan perhatikanlah setiap firmanNya. Kabarkanlah Injilnya dimanapun kita berada dan senantiasa takutlah pada Allah yang melihat setiap perbuatan kita.
Saya persembahkan untuk setiap orang yang siap menjalankan perintah agungNya menjadi pemimpin-pemimpin dan hambaNya
Tuhan Yesus Memberkati


31 Kalimat Motivasi Di Pagi Hari Untuk 31 Hari

Ini kalimat-kalimat yang emang bagus banget untuk dibaca, dan digunakan untuk penyemangat diri...

1. Saya Berharga.
Saya berharga di mata saya dan orang lain, saya adalah orang berharga dengan banyak potensi dan kemampuan.
Saya mempunyai banyak kekurangan dan memilih menghargai diri saya berikut segala kekurangannya.

2. Saya bisa karena saya berpikir saya bisa.
Saya diprogramkan untuk berhasil, dan saya yakin saya adalah pemenang.
Hampir segala sesuatu dapat saya kerjakan dan percaya diri saya tanpa batas.

3. Saya orang yang penuh daya upaya.
Saya orang yang penuh daya upaya, tidak takut mengambi resiko dan peluang.
Saya penuh semangat, lebih baik mencoba walau gagal daripada tidak melakukan apa-apa.

4. Kata kesukaan saya adalah "mungkin".
Saya percaya pada sesuatu yang mungkin, saya melihat kemungkinan dimana-mana.
Saya melihat hal yang baik di setiap situasi dan setiap orang.

5. Hari ini adalah hidup baru.
Sebagai orang yang berharga di mata Tuhan, diri sendiri dan orang lain,
segala kekhawatiran, keraguan,dan berbagai hal negatif dalam diri saya...
sudah BERLALU.

6. Saya orang yang penuh antusias.
Antusiasme saya menular kepada orang lain.

7. Saya selalu berkata positif.
Kata-kata saya selalu membangkitkan diri saya sendiri, saya memiliki kekuatan, kemampuan dan kualitas unggul.

8. Saya bahagia.
Saya berbahagia dan munyukai kehidupan yang baik.
Meskipun menghadapi tantangan dan badai kehidupan.

9. Saya ulet.
Saya terus maju dan ulet hingga saya berhasil. Apapun yang terjadi.

10. Hari ini pikiran saya positif.
Saya membekali pikiran saya dengan segala yang positif.
Membaca dan mendengar semua yang positif adalah kesukaan saya dan saya pantas untuk ini.

11. Tidak ada orang sempurna.
Saya menerima segala kekurangan saya.
Saya memperbaiki apa yang bisa.
Saya perbaiki dan menerima apa yang ada diluar kontrol saya.
Saya menerima diri saya apa adanya.

12. Saya berkomitmen.
Saya penuh dedikasi, saya menolak untuk biasa-biasa saja dan saya bekomitmen hingga saya berhasil.

13. Saya hidup berdasarkan prinsip berlian.
Dalam diri saya terdapat sifat-sifat berlian.
Saya unik, berharga, disukai orang, membawa terang, kehangatan dan warna bagi orang banyak.

14. Saya berpikir besar.
Imajinasi saya tanpa batas dan saya akan dapat mencapai lebih dari apa yang saya impikan sebelumnya.

15. Saya adalah magnet.
Saya menarik perhatian orang lain dan saya berpengaruh.
Saya belajar dari orang lain dan orang lain belajar dari saya.

16. Saya magnet uang.
Segala sesuatu yang saya inginkan sedang berjalan menuju diri saya dengan sendirinya.

17. Segala kesulitan akan berlalu.
Segala problem mempunyai batas waktu dan tidak permanen.
Saya adalah pemenang atas probem saya.

18. Saya berhasil.
Saya berhasil karena saya sukses dalam perjalanan bukan tujuan.

19. Saya tidak emosional.
Saya membuang emosi negaif seperti kasihan pada diri sendiri, takut, marah, benci, iri hati,dan depresi.

20. Hari ini mungkin hari terakhir saya.
Oleh karena itu saya selalu manjalani hari dengan baik, saya selalu mengutamakan hal penting dan bukan hal yang mendesak.

21. Saya membuat keputusan.
Keputusan saya adalah apa yang saya inginkan dalam hidup saya dan saya bertanggung jawab akan itu.

22. Fokus saya adalah sukses.
Sukses bagi saya adalah suatu sikap bukannya tindakan.

23. Saya murah hati.
Saya telah menerima banyak dalam hidup oleh karena itu saya juga berbagi kepada sesama.

24. Tidak pernah ada problem
Yang ada hanyalah kekurangan ide, saya berorientasi kepada solusi dan penuh ide kreatif dan cemerlang.

25. Saya berinvestasi pada diri sendiri.
Perkembangan diri adalah yang terpenting dalam hidup saya.

26. Saya orang berguna.
Terlepas dari apapun perkataan orang tentang saya, Tuhan menciptakan saya dengan sangat mengagumkan.
Oleh karena itu saya tidak frustasi untuk sekedar mendapat pengakuan dari orang lain.

27. Hadiah kepada diri sendiri.
Atas semua yang telah saya raih, saya harus memberikan reward kepada diri saya sendiri.

28. Pilihan saya ya.
Ya, karena saya orang yang optimis, saya memilih sisi terang dan positif.

29. Saya tidak keberatan membayar harga.
Saya berkorban untuk meraih mimpi saya, saya bersedia bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

30. Setiap hari saya mendapat berkat.
Saya menghitung berkat saya setiap hari untuk menyadari betapa beruntungnya saya, oleh karena itu saya bersyukur setiap hari karena berkat Tuhan berlimpah kepada saya.

31. Saya tidak mempermasalahkan hal yang sepele.
Hidup, problem dan tantangan saya lihat secara proporsional, karena saya orang yang penuh semangat dan percaya diri.

Bayangmu Terbangkan Sadarku

Bayangmu terbangkan sadarku

by Elisabet Enny Ernawati on Tuesday, August 10, 2010 at 11:32pm
Pagi itu Mama belum juga datang, sendiri ku hanya terdiam ditemani pagi. Suster Meli datang dengan wajahnya yang selalu hangat.
“Pagi Lisa... Bagaimana hari ini? Kamu nampak lesu. Kenapa? Bisa tidur semalam?” Sapa Suster manis yang setiap pagi atau sore menyapaku dengan senyum yang selalu manis dan menenangkan hati.
“Lisa pusing Sus! Lisa nggak tau, tadi malam bayang-bayangnya hadir dalam mimpi dan membuatku takut.”
“Ya udah sering-seringlah berdoa dan jangan memikirkan dia terus ya!Mamamu hari ini datang kan?Eh....kata dokter besok kamu boleh pulang dan istirahat di rumah lo”
“Oh ya?Wah Lisa pengen banget ke sekolah Sus. Lisa kangen ma tim basket Lisa dan teman-teman Lisa yang hobi banget ngerjain adik kelas. He...he...” Aku tertawa sambil mengingat memori-memori indah yang membuat senang
“Oh ya Lisa kalau Suster boleh tau kamu tu dulu kenapa kok bisa ada di rumah sakit ini. Kata dokter Anton ceritamu seru ya!Suster juga mau tau langsung dari kamu ni. Ya, kalau Lisa nggak keberatan. Sambil nunggu Mamamu datang.”
“Emang Suster Meli nggak ada kerjaan?”
“Nggak ada pagi, kan tugas Suster sudah selesai, dan bentar lagi mau pulang. Tapi masih ada waktu untuk cerita dan nemenin kamu.”Suster Meli memohon dengan penuh harapan dan aku pun seakan tak mampu menolak pintanya.
“ceritanya begini sus. Pagi itu hari baru bagiku. Aku telah melalui berbagai tes yang memusingkan kepala ini. Akhirnya aku naik kelas juga. Hari yang baru ini aku rindu untuk berubah, berubah lebih tenang. Perubahan itu muncul dalam otak ini karena aku sudah duduk di bangku kelas 3 SMA. Tingkat paling tinggi di sekolah menengah.
Aku menyadari semua teman atau tim basket yang aku banggakan itu kadang sering buat masalah di sekolah. Kami sering banget ngerjain anak-anak baru dan tak jarang pula kami ngerjain guru. Aku sering tertawa jika aku ingat wajah guru sejarahku yang dikerjain sama teman-teman di kelasku. Di kelasku juga ada anak yang bernama David. David paling takut sama ulat. Apalagi kalau ulat itu berbulu. Wah, wajah dan tubuhnya bisa gemetar. Pernah suatu hari aku sedang berjalan-jalan di belakang kelas, dan aku melihat ulat pohon sirsak yang gede banget, aku manjat dan aku ambil ulat itu. Saat itu yang aku ingat adalah wajah David yang polos dan kata teman-teman udik, tidak seimbang sama namanya, David Surya Dinata. Nama ningrat tapi bodi mlarat. Itu kata teman-teman lo sus.”
“Trus dia yang buat kamu pingsan?”
“Ye suster terbalik bukan aku yang pingsan tapi dia, he....he...Tau nggak setelah ulat itu aku ambil aku masuk ke kelasnya David. Aku datang padanya dengan wajah manisku, aku senyum dulu dan ulat itu aku sembunyikan di belakang tubuhku. Dia nanya, ‘ngapain kamu senyum-senyum tumben maen ke kelasku, eh cewek aneh kamu kenapa?’ aku jawab nggak...aku kangen aja ma kamu aku dan mau ngasih kamu ini. Aku menunjukan ulat bulu yang super besar. Dia berteriak keras sekali dan lari ke ruang BK (Bimbingan Konseling), aku tidak sadar kalau dia masuk di ruang yang sering membuat aku terhakimi. David bersembunyi di belakang tubuh Bu Tini. Guru BK yang selalu sabar menghadapi kenakalanku. Gara-gara David pake acara pingsan aku dapat hukuman dari Bu Tini, aku diperbudak, dengan membersihkan WC siswa yang super bau setiap hari selama seminggu. Wuh...waktu itu aku stress banget dan pusing, tapi belum kapok sich”
“Ha..ha...kamu memang iseng banget ya Lis, aduh-aduh suster nggak nyangka, cewek semanis kamu sering buat ulah di sekolah. Terus ceritanya gimana lagi.”
“Ya, makanya sejak masuk kelas 3 aku belajar untuk tenang. Ok kejadian kenapa aku sampai masuk rumah sakit ini karena aku selalu didatangi sosok yang tidak asing. Berawal dari pagi yang tidak pernah aku duga. Sahabatku yang bernama Ria datang dan membuat aku kaget. Waktu itu wajah Ria pucat.”
“Kenapa?”
“Dia melihat kecelakaan 2 adik kelas kami. Randi dan Reno kecelakaan pagi itu. Kondisi Randi cukup parah, dia patah tulang pada tangan kanannya, tapi Reno dia lebih tragis, dia meninggal langsung di tempat kejadian. Waktu itu Ria ada dalam mobilnya dan melihat wajah Reno sudah hancur. Itu yang membuat Ria pucat.” Aku terdiam sejenak. Badanku lemas jika teringat cerita itu.
“Terus apa hubungannya sama kamu Lisa?”
“Siang itu juga semua teman dan guru datang ke rumah Reno untuk berbelasungkawa. Reno itu anak yang tidak terkenal, hanya teman-teman satu angkatannya saja yang kenal dia. Aku saja sebagai senior pramuka tidak pernah tahu yang mana anak kelas 2.3 yang bernama Reno. Jadi aku dan teman malas untuk datang berbelasungkawa. Menurut kami dia tidak penting, lebih baik kami ke kafe langganan kami dan ngerumpi di sana, mumpung pulang awal. Akhirnya aku dan tim basketku main ke kafe dan makan-makan. Sepuluh hari kemudian aku diminta datang ke BK untuk mengambil buku. Aku lihat bu Tini memandangi sebuah foto, aku mendekat padanya dan bertanya itu foto sapa bu? Bu Tini bilang ini foto Reno. Aku sangat terkejut, ternyata Reno adalah cowok yang setiap pagi berjalan di depanku dan selalu melihat aku dengan tersenyum. Pria yang tampan tapi tidak terlalu populer karena dia tidak aktif dalam bidang apapun.”
“Berarti kamu kenal dan tahu anak itu, tapi kenapa kamu tidak berbelasungkawa ke rumahnya?”
“Itulah sebabanya suster aku akhirnya dirawat di tempat ini. Wajah Reno terus hadir dalam setiap waktuku, sering sekali aku tiba-tiba pingsan dan pikiranku kosong. Kata teman-temannya dulu Reno pernah suka sama aku. Tapi Reno hanya diam, karena gengku sangat terkenal dan ditakuti sama setiap adik kelas. Hingga suatu hari aku pingsan dan tidak bisa tersadar di sekolah. Aku di bawa ke rumah sakit umum dekat sekolah, namun sia-sia, karena terbatasnya alat-alat yang ada aku belum bisa diselamatkan. Jam 12 malam aku divonis meninggal, semua orang panik. Hingga aku di bawa ke rumah sakit ini, tapi diperjalanan dalam ambulance aku meninggal. Pada saat itu aku seperti berada dalam padang rumput yang hijau. Aku dikelinggi orang-orang berjubah hitam dan putih, tepat di hadapanku aku melihat Reno. Dia terus tersenyum dan mengajakku pergi, namun aku menolaknya, karena aku merasa aku tidak menggenal dia. Aku berlari, namun sia-sia. Padang hijau itu luasnya tak terbatas. Aku tersungkur dan menangis. Hingga aku melihat ada Tangan besar dan putih meraihku. Aku tidak dapat menatap wajahnya, karena seperti sinar terang. Dia memperlihatkan semua perbuatanku yang jahat, dia memperlihatkanku wajahku yang pucat dan dikelilingi orang tua dan kakakku. Aku melihat mayatku. Namun, Mama dengan sekuat tenaga berteriak pada Tuhan meminta nyawaku kembali. Aku tahu itu sangat menyakitkan baginya. Tuhan mendengar pintanya. Tangan besar yang menuntunku itu memintaku untuk kembali ke ragaku dan aku harus bertobat dan kembali ke jalan yang benar, karena memang waktuku belum selesai.”
“Wow...kamu bertemu Tuhan Lisa?”
“Tuhan itu baik, pada keadaan aku kotor dan jahat, Dia masih mau menemuiku Sus. Sampai akhirnya aku tidak sadar selam tiga hari. Ternyata alam kekal dan dunia ini berbeda waktu. Saat aku ada di padang hijau yang sangat luas, aku merasa hanya sebentar. Tapi ternyata 3 hari. Sejak hari itu aku bertobat Sus, aku minta ampun pada Mama dan Papa. Aku minta maaf ke semua teman-teman.” Air mata ini tidak tertahan setiap aku menceritakan kejadian bersama Reno dan saat itu juga Mama datang.
“Kamu kenapa Lisa?” Mama bertanya dengan wajah yang resah karena melihatku menangis.
“Nggak kenapa-napa Ma, Mama kok lama datangnya?”
“Pagi Ibu, saya dan Lisa tadi bercerita, dan karena ibu sudah datang maka saya akan pulang. Ok Lisa, Suster Meli sangat senang mendengar ceritamu. Kamu anak yang luar biasa. Suster doakan kamu segera pulih, dan ingat jangan jahil lagi ya.” Suster Meli meninggalkan aku dan Mama
Mama lama datang karena ternyata Mama menyelesaikan urusan administrasi di rumah sakit. Sekali lagi aku membuat Mama sedih karena uangnya habis untuk pengobatanku. Dokter bilang aku tidak sadar dan koma karena ada penyumbatan di jantung. Hari itu aku sudah boleh pulang. Aku sangat lega dan berantusias untuk kembali ke sekolah, karena 2 minggu lagi ada tes semester 1.
Hari berlalu terlalu cepat, setiap hari aku harus menelan pahitnya obat-obatan. Di sekolah aku belum boleh ikut basket. Padahal hanya itu yang buat aku senang dan bersemanggat. Aku mulai sadar, ternyata menjadi seseorang yang lemah dan tidak populer itu tidak enak. Sejak aku sakit, aku harus keluar dari tim basket dan pramuka. Orang tuaku cukup tegas melarang aku ikut 2 kegiatan itu. Padahal dari 2 kegiatan itu aku bisa punya banyak teman dan aku bisa dikenal orang. Di kelas aku lebih sering diam dan berubah, hal itu yang membuat teman-teman malas dekat aku, karena kata mereka aku aneh, sudah tidak mau lagi di ajak berbuat jahil. Bahkan temn-teman selalu tertawa saat melihat aku berdoa dan tenang. Mereka sering menghina dan mencaci aku.
Semua yang dulu indah telah berubah. Namun aku tidak menyesal. Bayang Reno yang pernah menerbangkan sadarku beberapa tahun lalu, telah membuat aku bertobat dan kembali pada Tuhan. Aku telah kehilangan hal-hal yang menurutku baik, tapi aku percaya suatu hari aku akan meraih semua yang terbaik. Harapanku telah terbukti. Aku memandangi wajah Hendra dengan hati yang bangga. Kami akan bertunangan akhir tahun ini, karena setelah lulus SMA dan Lulus S1 aku bertemu dengannya dalam rumah ibadah. Dia pria yang baik, bahkan aku percaya dia yang terbaik dari Tuhan. Karena dia kekasih pertama dan akan menjadi yang terakhir dalam hidupku.
**** Selesai ****
Semarang, 20 September 2008
Sebuah memori dan impian
Karena cerita ini 50% nyata, 10 % khayalan dan 40% impian
Untuk para sahabat
Dari Enny Ernawati
ennyyang@yahoo.co.id
i believe i can fly....heheheheh
· · S

Terbanglah Dengan Dua Sayap


Pagi itu saya duduk di depan jendela dan memandang ke luar. Saya melihat beberapa burung pipit kecil bermain dan mencengkrama di atas kabel-kabel telepon di depan rumah saya. Burung adalah salah satu hewan yang luar biasa yang memiliki kemampuan terbang. Seandainya saya punya sayap seperti burung-burung itu, saya pasti bisa ke tempat-tempat yang saya inginkan. Pikiran itu kadang muncul dalam benak saya. Saat itu Tuhan seperti berbicara dan memberikan pengertian pada saya tentang suatu pencapaian. Dua sayap yang tepat dan sehat akan membuat burung-burung terbang dengan baik. Begitu pula kita, ketika kita hendak mencapai sesuatu atau terbang, kita harus memiliki dua sayap yang sehat.
Sayap yang pertama adalah karunia, karisma, talenta (kemampuan), dan kuasa rohani. Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah secara sempurna dan segambar dengan Dia (kejadian 1:26-28), Tuhan juga mengaruniakan banyak hal pada manusia. Dalam perjanjian lama ada banyak rasul dan nabi yang memiliki kemampuan dan karunia yang luar biasa, sehingga mereka bisa membuat perkara yang mustahil untuk dikerjakan oleh orang-orang lainnya. Musa adalah salah satu nabi yang dipilih oleh Allah untuk melakukan perkara yang besar bagi bangsa Israel. Selain musa Tuhan juga memilih dan mengutus beberapa orang yang Dia percaya mampu menjadi rekan kerjaNya. Karunia adalah sesuatu yang datang dari Allah. Allah memiliki kehendak bebas untuk menganugrahi seseorang dengan karunia-karunia yang Ia anggap tepat. Setiap orang memiliki karunia, talenta dan kemampuan rohani yang berbeda-beda. Tuhan juga memberikan karisma pada orang-orang yang tepat. Karisma adalah karunia Roh kudus yang luar biasa yang diberikan pada orang-orang beriman supaya melayani umat. Karisma yang dimiliki seseorang mampu membuat orang tersebut menarik banyak jiwa. Selain karunia dan karisma, Tuhan juga memberikan talenta-talenta atau kemampuan pada manusia untuk melakukan banyak hal di muka bumi ini. Talenta yang Tuhan berikan pada kita haruslah kita asah dan kembangkan, karena dengan mengembangkan kemampuan yang ada tersebut kita sedang menghargai karya Tuhan dan memulyakan namaNya.
Sayap kedua adalah karakter. Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekert yang membedakan seseorang dari yang lain. Karakter juga biasa disebut dengan tabiat atau watak seseorang. Dalam Alkitab kita mengenal buah-buah roh yang ada dalam Galatia 5:22. Buah-buah roh tersebut berbicara masalah karakter yang diharapkan dimiliki oleh seseorang yang memberi diri untuk menjadi “tawanan” Roh kudus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, buah-buah roh di atas adalah salah satu contoh betapa pentingnya karakter yang baik dalam hidup manusia.
Dalam perjanjian lama terdapat tokoh-tokoh atau nabi-nabi yang memiliki karakter-karakter yang bermacam-macam. Musa memiliki karakter yang lembut hatinya (Bilangan 12:3). Namun suatu kali musa pernah marah karena orang-orang Israel tidak bersyukur. Sekalipun Tuhan menyebut Musa orang yang lembut hati, Musa juga bisa marah dan tidak sabar. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki karakter yang baik dan buruk. Sangatlah penting bagi setiap kita untuk belajar tentang karakter manusia. Karena dengan belajar kita bisa memaksimalkan karakter baik kita dan kita bisa meminimalis karakter kita yang masih buruk.
Saya sangat mengucap syukur pada Tuhan ketika saya dapat memahami kemampuan dan karunia yang saya miliki. Suatu hari dalam perenungan saya Tuhan berbicara tentang apa yang saya miliki. Sungguh saya sangat kagum dengan apa yang Ia katakan. Dia memberikan anugrah kehidupan, talenta dan karunia-karunia. Saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah dapat melakukan beberapa hal. Saya sadari apa yang saya terima itu datangnya dari Allah yang Maha pemurah. Karena kasihNya pada saya makan Ia memberikan banyak karunia dan talenta. Namun, karunia dan talenta saya itu tidak dapat membawa saya terbang tinggi, jika saya tidak mengasah karakter yang ada dalam diri saya.
Saya bukanlah orang yang sabar dan mudah tunduk pada otoritas. Sering sekali saya mudah marah dan tidak merasa puas diri, hingga yang keluar dari mulut saya adalah sesuatu yang negatif dan tidak membangun. Saya juga kadang malas untuk taat dan tunduk. Namun, ketika saya belajar tentang karakter saya mulai berpikir dan mulai komitmen untuk hidup dengan karakter yang lebih baik. Tuhan berbicara melalui film Evan Almighty. Ketika seseorang meminta kesabaran maka Tuhan tidak akan memberikan sabar pada dirinya, namun Tuhan memberikan kesempatan pada manusia untuk sabar. Karakter manusia tidak akan pernah sempurna, namun manusia memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki karakternya sehingga menjadi serupa dengan Kristus. Karakter. Karakter manusia butuh diuji oleh waktu, situasi dan kondisi orang-orang di sekitarnya.
Tuhan mengajarkan pada saya mengenai kedua sayap tersebut. Saya juga banyak belajar dari orang-orang yang memiliki karunia yang luar biasa namun hatinya lembut dan rendah hati. Orang-orang yang berkarisma dan karakternya baik pasti dipercaya untuk menjadi pemimpin dan dia juga layak untuk menjadi teladan. Seekor burung tidak akan terbang dengan sempurna jika salah satu sayapnya cacat atau sakit. Kita manusia tidak akan terbang tinggi jika kita tidak memahami karunia, karisma, talenta, perkara rohani (Rohani) dan karakter dengan baik.
Mari terbang dengan dua sayap yang ada dalam diri kita, dan memaksimalkan setiap potensi diri kita untuk pelebaran kerajaan Tuhan.